Jumat, 24 Desember 2010

APAKAH SYIAH MENYIMPANG.??

Saya orang Suni, tapi saya
percaya Syiah juga benar.
Sebagaimana saya
percaya bahwa mazhab
Hanafi dan Maliki juga
benar. Saya tidak mau
disebut sebagai pembela
Syiah, tapi saya pembela
kebenaran. Jangankan
mentolerir kekerasan
antarmazhab saya tidak
pernah mengeluarkan
“ fatwa sesat dan kafir”
terhadap mazhab
tersebut, kepada
Ahmadiah yang kita
fatwakan sebagai ajaran
sesat pun kita tidak
mengizinkan
dilakukannya kekerasan
terhadap mereka.
Kita tidak boleh gampang
mengecap kafir kepada
sesama Muslim hanya
karena masalah furu ’iah
(masalah cabang/tidak
utama). Antara Syafii dan
Maliki terdapat
perbedaan, meskipun
Imam Malik itu guru
Imam Syafii. Ahmadiah
kita anggap sesat karena
mengklaim ada nabi lain
sesudah Nabi Muhammad
saw, sedangkan mazhab
Ahlulbait (Syiah) dan
Ahlussunah sama
meyakini tidak ada nabi
lain sesudah Nabi
Muhammad saw.
Perbedaan itu hal yang
alami dan biasa. Imam
Syafii, misalnya,
meletakkan tangannya di
atas dada saat
melaksanakan salat.
Namun saat berada di
Mekah —untuk
menghormati Imam Malik
— beliau meluruskan
tangannya dan tidak
membaca kunut dalam
salat subuhnya. Orang
yang sempit
pengetahuannya yang
menyalahkan seseorang
yang tangannya lurus
alias tidak bersedekap
dalam salatnya.
Sebagian kalangan
menganggap Syiah
sebagai mazhab sempalan
dan tidak termasuk
mazhab Islam yang sah?
Bagaimana pendapat
Anda?
Orang yang menganggap
Syiah sebagai mazhab
sempalan tidak bisa
disebut sebagai ulama.
Syiah dan Ahlussunah
tidak boleh saling
menyalahkan. Masing-
masing ulama kedua
mazhab tersebut memiliki
dalil. Syiah dan
Ahlussunah mempunyai
Tuhan, Nabi, dan Alquran
yang sama. Orang yang
mengklaim bahwa Syiah
punya Alquran yang
berbeda itu hanya fitnah
dan kebohongan semata.
Saya sangat kecewa
kalau ada salah satu
ulama mazhab
membenarkan
mazhabnya sendiri dan
tidak mengapresiasi
mazhab lainnya. Salat
yang dilakukan oleh
orang-orang Syiah sama
dengan salat yang
dipraktikkan Imam Malik.
pertama dan utama saya,
peliharalah persatuan
dan kesatuan antara
umat Islam. Banyak ayat
dalam Alquran yang
mengecam perpecahan
dan perselisihan di antara
sesama umat Islam,
seperti usaha
menyebarkan fitnah dan
percekcokan di tubuh
umat Islam dll. Kita harus
menjadi pelopor
persatuan dan tidak
membiarkan perpecahan
terjadi di tubuh umat
Islam. Contoh ideal
persatuan dan
persaudaraan antara
sesama muslim adalah
apa yang dilakukan oleh
Rasulullah saw. saat
mempersaudarakan
antara kaum Muhajirin
dan Ansar.
kedua, persatuan yang
ditekankan dalam ajaran
Islam bukan persatuan
yang pura-pura atau
untuk kepentingan
sesaat, namun persatuan
yang bersifat kontinu dan
sepanjang masa. Kita
tidak boleh terjebak
dalam fanatisme buta.
Saya saksikan sendiri di
Iran, khususnya di Qom,
banyak orang-orang alim
yang sangat toleran. di
Iran ada usaha serius
untuk mendekatkan dan
mencari titik temu
antara mazhab-mazhab
Islam yang tidak
ditemukan di tempat lain.
usaha keras para ulama
di bidang pendekatan
antara mazhab Islam.
Saya tekankan bahwa
setiap ulama mazhab
memiliki dalil atas setiap
pendapatnya dan pihak
yang berbeda mazhab
tidak boleh
menyalahkannya begitu
saja. Sebagai contoh,
kalangan ulama berbeda
pendapat berkaitan
dengan hukum mabit
(bermalam) di Mina. Ada
yang mewajibkannya dan
ada pula yang
menganggapnya sunah.
Jangankan antara Syiah
dan Ahlussunah, antara
sesama internal
Ahlussunah sendiri pun
terdapat perbedaan,
misalnya antara Syafii
dan Hanafi. Jadi,
perpecahan itu akan
melemahkan kita sebagai
umat Islam.
ketiga, sebagai pemuda,
jangan berputus asa.
Allah Swt.
memerintahkan kita
untuk tidak berputus asa.
Belajarlah bersungguh-
sungguh karena
menuntut ilmu itu suatu
kewajiban. Dan
hormatilah guru-guru
Anda karena mereka
adalah ibarat orang tua
bagi Anda. Menghormati
guru sama dengan
menghormati orang tua
Anda. Harapan kita dan
umat Islam terhadap
Anda begitu besar. Kami
berterima kasih atas
semua pihak yang
membantu Anda di sini,
terutama guru-guru
Anda.
Islam menekankan
persatuan sesama Muslim
dan tidak menghendaki
timbulnya fitnah, seperti
apa yang dilakukan oleh
Rasul saw. saat beliau
memerintahkan untuk
menghancurkan Masjid
Dirar. Karena tempat itu
dijadikan pusat
penyebaran fitnah dan
usaha untuk memecah
belah umat.
Seringkali karena
fanatisme, kita
melupakan persatuan.
Orang yang memecah
belah umat patut
dipertanyakan
keislamannya. Sebab,
orang munafiklah yang
bekerja untuk memecah
belah umat. Dan orang-
orang seperti ini
sepanjang sejarah selalu
ada hingga hari ini. , saya
tidak ingin melihat lagi
perpecahan dan
pengkafiran sesama
Islam.
wallohu'alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar