Senin, 13 Desember 2010

APAKAH ISLAM MENGAJARKAN UNTUK FANATIK.??

adapun pengertian
fanatik adalah
merupakan kata sifat
yang mempunyai arti
teramat kuat
kepercayaannya
(keyakinannya) terhadap
(agama, politik, dsb).
Sedangkan pengertian
fanatisme adalah
keyakinan (kepercayaan)
yang terlalu kuat
terhadap ajaran ( agama,
dsb)
Keyakinan yang kuat
terhadap agama yang
dianutnya dan diterapkan
dalam kehidupan sehari-
harinya itu adalah bukan
hal yang negatif,
melainkan hal yang baik
dan positif. Itu tandanya
orang tersebut betul-
betul yakin terhadap
agamanya. Atau dengan
istilah lain adalah
fanatisme terhadap
agama yang dianutnya
dan diterapkan dalam
kehidupan sehari-harinya
itu adalah bukan hal yang
negatif, melainkan hal
yang baik dan positif.
Kebenaran Mutlak Hanya
Milik Alloh, Perbedaan
adalah Hukum Alam, dan
Toleransi serta saling
menghargai perbedaan
tersebut adalah kunci
untuk tetap terjalinya
rasa persaudaraan dan
kebersamaan diantara
kita semua :). Dan ketika
ada orang yang tetap
mengaku dirinya paling
benar apalagi sampai
MEMAKSAKAN kebenaran
itu kepada orang lain.
Maka sangatlah Nyata
bahwa orang tersebut
jauh dari apa yang
mereka KLAIM sebagai
Rahmatallil ’alamin.
Nabi Muhammad saw
memberi contoh,
bagaimana beliau begitu
bersemangat untuk
menyebarkan Islam.
Beliau mengirim surat
kepada para tokoh dan
raja-raja, mengajak
mereka masuk Islam,
beriman kepada Allah
dan Kerasulan beliau saw.
“ Masuk Islamlah anda,
maka anda akan
selamat ”. Begitu antara
lain bunyi surat Nabi saw
itu. Tentu, Nabi saw
yakin, bahwa hanya
Islam-lah agama yang
benar dan jalan
keselamatan. Karena
keyakinan seperti itulah,
maka para wali songo
dulu bersemangat
menyebarkan Islam ke
Indonesia, sehingga
Soekarno pun menjadi
Muslim, Apakah Nabi
Muhammad saw akan
dituduh bersikap fanatik
dan mengajarkan
umatnya untuk bersikap
fanatik, karena meyakini
“hanya Islam yang benar”
sudah sepatutnya umat
beragama memang
fanatik dalam memegang
agamanya. Umat Islam
harus fanatik, yakin
dengan agamanya. Tidak
ragu-ragu akan
kebenaran agamanya.
Dan serius dalam
memperjuangkan
agamanya. Juga bersifat
progresif untuk mengejar
kemajuan.
masuklah islam secara
keseluruhan/ kaffah.
wallohu'alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar